Minggu, 20 September 2015

Assalamu'alaykum~

Siti Fathonah
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen                www.ikk.fema.ipb.ac.id
Fakultas Ekologi Manusia                                     www.fema.ipb.ac.id
Institut Pertanian Bogor                                   (www.ipb.ac.id)
             
                              Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)                           
Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id
www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc

 Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.


Kuliah Ke-2 Perilaku Konsumen 
Senin, 14 September 2015 
di R.K. OFAC 4 B11

Motivasi dan Kebutuhan

"Apa alasan kamu memilih IPB?" kalimat pertanyaan yang dilontarkan Prof.Ujang Sumarwan kepada saya saat kuliah ke-2 mata kuliah perilaku konsumen bersama dengan 89 mahasiswa IKK IPB 51.
Dengan tegas saya menjawab, “Karena ridho orang tua saya pak, alhamdulillah jarak IPB dekat dengan rumah saya, tidak perlu kuliah jauh-jauh kalau ada universitas terbaik yang jaraknya dekat. IPB memang sudah saya idamkan sejak dibangku SMA karena prestasinya yang sudah tidak diragukan lagi”
Pertanyaan ringan tersebut mengawali perkuliahan kami di pekan kedua. Materi yang akan disampaikan kali ini adalah mengenai “motivasi dan kebutuhan”.

Motivasi itu muncul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Motivasi disebut juga sebagai suatu dorongan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, ketika kita lapar maka kita akan segera mencari makanan.

Motivasi dapat terbentuk karena adanya rangsangan, rangsangan dari dalam maupun dari luar diri konsumen sendiri. Faktor diri konsumen sendiri (fisiologis) misalnya rasa lapar dan haus, sedangkan faktor luar konsumen misalnya adanya iklan makanan.

Kebutuhan manusia pun dibagi menjadi kebutuhan primer dan  kebutuhan sekunder atau motif. Misal, jika kita lapar. Kita akan mencari makan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,namun jika sudah ada pengaruh dari lingkungan dan budaya misal dari iklan, kita jadi bisa menginginkan makanan tertentu dengan harga tertentu.

Begitu pula dengan kebutuhan yang dirasakan (felt needs) yang dibagi menjadi dua berdasarkan manfaat penggunaan produk yaitu kebutuhan utilitarian (utilitarian needs)  dan kebutuhan hedonik (expressive needs).
Kebutuhan utilitarian biasanya dipenuhi karena benar-benar ingin mengambil manfaatnya, misal seorang konsumen membeli laptop karena akan digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah atau untuk berbisnis online. Sedangkan kebutuhan hedonik dipenuhi karena ada tuntutan sosial dan estetika, misal seorang konsumen memakai dasi ketika berada di kantor. Dasi mungkin tidak memberikan manfaat fungsional bagi tubuh konsumen, dasi memberikan manfaat estetika dan tuntutan sosial.

Tujuan konsumen dalam memnuhi kebutuhannya pun dibagi dua. Tujuan generik (generic goals)  yaitu tujuan umumsesorang konsumen memenuhi kebutuhannya. Contohnya seorang konsumen membeli rumah karena tujuan generiknya adalah untuk perlindungan fisik dan psikis. Tujuan lain yaitu tujuan-produk khusus (product-spesific goals) dimana seorang konsumen memenuhi kebutuhannya dengan memilih produk dan jasa tertentuu. Misalnya seorang konsumen membeli rumah di suatu komplek tertentu.

Teori kebutuhan yang terkenal adalah Teori Maslow atau Hierarki Kebutuhan Manusia (Maslow’s Hierarchy of Needs). Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Kebutuhan tersebut dibagi menjadi lima tingkatan dari yang yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan makan dan minum, kebutuhan rasa aman dan keamanan seperti Undang-undang, kebutuhan sosial seperti dihormati, kebutuhan ego seperti status, dan yang paling tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri seperti sukses, kekuasaan. 
Sekian. Semoga materi yang disampaikan Prof. Ujang Sumarwan dapat bermanfaat bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjadi konsumen yang cerdas!!