Siti Fathonah
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen www.ikk.fema.ipb.ac.id
Fakultas Ekologi Manusia www.fema.ipb.ac.id
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer
Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)
Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id,
www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)
Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id,
www. Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc
Ujang
Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran.
Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
Kuliah Ke-2 Perilaku Konsumen
Senin, 14 September 2015
di R.K. OFAC 4 B11
Motivasi dan Kebutuhan
"Apa alasan kamu memilih
IPB?" kalimat pertanyaan yang dilontarkan Prof.Ujang Sumarwan kepada saya saat
kuliah ke-2 mata kuliah perilaku konsumen bersama dengan 89 mahasiswa
IKK IPB 51.
Dengan tegas saya menjawab, “Karena
ridho orang tua saya pak, alhamdulillah jarak IPB dekat dengan rumah saya, tidak
perlu kuliah jauh-jauh kalau ada universitas terbaik yang jaraknya dekat. IPB
memang sudah saya idamkan sejak dibangku SMA karena prestasinya yang sudah
tidak diragukan lagi”
Pertanyaan ringan tersebut
mengawali perkuliahan kami di pekan kedua. Materi yang akan disampaikan kali
ini adalah mengenai “motivasi dan kebutuhan”.
Motivasi itu muncul karena
adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Motivasi disebut juga sebagai suatu
dorongan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan
tindakan memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, ketika kita lapar maka kita
akan segera mencari makanan.
Motivasi dapat terbentuk
karena adanya rangsangan, rangsangan dari dalam maupun dari luar diri konsumen
sendiri. Faktor diri konsumen sendiri (fisiologis) misalnya rasa lapar dan
haus, sedangkan faktor luar konsumen misalnya adanya iklan makanan.
Kebutuhan manusia pun dibagi
menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan
sekunder atau motif. Misal, jika kita lapar. Kita akan mencari makan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut,namun jika sudah ada pengaruh dari lingkungan dan budaya
misal dari iklan, kita jadi bisa menginginkan makanan tertentu dengan harga
tertentu.
Begitu pula dengan kebutuhan
yang dirasakan (felt needs) yang dibagi
menjadi dua berdasarkan manfaat penggunaan produk yaitu kebutuhan utilitarian (utilitarian needs) dan kebutuhan hedonik (expressive needs).
Kebutuhan utilitarian biasanya
dipenuhi karena benar-benar ingin mengambil manfaatnya, misal seorang konsumen
membeli laptop karena akan digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah atau
untuk berbisnis online. Sedangkan kebutuhan hedonik dipenuhi karena ada
tuntutan sosial dan estetika, misal seorang konsumen memakai dasi ketika berada
di kantor. Dasi mungkin tidak memberikan manfaat fungsional bagi tubuh
konsumen, dasi memberikan manfaat estetika dan tuntutan sosial.
Tujuan konsumen dalam memnuhi
kebutuhannya pun dibagi dua. Tujuan generik (generic goals) yaitu tujuan
umumsesorang konsumen memenuhi kebutuhannya. Contohnya seorang konsumen membeli
rumah karena tujuan generiknya adalah untuk perlindungan fisik dan psikis. Tujuan
lain yaitu tujuan-produk khusus (product-spesific
goals) dimana seorang konsumen memenuhi kebutuhannya dengan memilih produk
dan jasa tertentuu. Misalnya seorang konsumen membeli rumah di suatu komplek
tertentu.
Teori kebutuhan yang terkenal
adalah Teori Maslow atau Hierarki Kebutuhan Manusia (Maslow’s Hierarchy of Needs). Menurut teori Maslow, manusia
berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi
kebutuhan yang lebih tinggi. Kebutuhan tersebut dibagi menjadi lima tingkatan
dari yang yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan makan
dan minum, kebutuhan rasa aman dan keamanan seperti Undang-undang, kebutuhan
sosial seperti dihormati, kebutuhan ego seperti status, dan yang paling tinggi
adalah kebutuhan aktualisasi diri seperti sukses, kekuasaan.
Sekian. Semoga materi yang disampaikan Prof. Ujang Sumarwan dapat bermanfaat bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjadi konsumen yang cerdas!!

